
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih karena sudah bersedia
menyempatkan waktu kalian untuk mampir dan membaca artikel di blog sederhana
ini. Kunjungan anda adalah kebanggan bagi saya sekaligus penyemangat untuk membuat
artikel-artikel kedepannya. Mohon maaf juga apabila kata-kata di artikel ini
nanti menyinggung perasaan kalian semua.
Hmmmm, kok bisa ya kalian sampai di halaman artikel ini.
Kalau saya boleh menebak, pasti kalian mempunyai masalah tentang kepintaran.
Mungkin saat ini kalian sedang mengalami persaingan dalam memperoleh nilai yang
bagus di bidang akademik kalian, entah itu di sekolah, kampus, ataupun di
pesantren . Dalam kata lain mungkin anda saat ini sedang kurang pintar, atau
mungkin malah dari zaman dahulu.
Saya dan kalian semua pastinya pernah atau bahkan sedang
mengalami fase-fase merasa sulit untuk mempelajari sesuatu, kalah saing dengan
saingan kalian dalam hal akademik, atau mendapat nilai yang jelek di sekolah
maupun kampus. Tentunya untuk menghadapi fase-fase tersebut kalian ingin
menjadi pintar. Tenang bro and sis, di akhir artikel nanti akan saya berikan
sebuah solusi, tapi scrollnya santai saja ya, baca saja artikel ini dengan
baik-baik siapa tau ada beberapa nilai-nilai yang bisa kita petik.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Tuhan telah menciptkan manusia
dengan kelebihnnya masing-masing. Dibalik kelebihan tersebut tentunya terdapat
berbagai kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan adalah
milik Tuhan semesta alam semata. Begitu halnya dengan tingkat kepintaran
seseorang. Ada seseorang yang dari lahir memang sudah di anugerahi kepintaran
yang lebih daripada manusia-manusia pada umumnya. Namun dibalik kepintarannya
pasti ada kekurangan yang ia punya, entah itu fisiknya, kesehatannya, sosialnya,
keluarganya, dan sebagainya. Seseorang pastinya juga memiliki kelebihan dalam
bidang tertentu. Seseorang pintar dalam bidang akademik namun buruk dalam
bersoisalisai, pintar dalam bidang olahraga namun buruk dalam bidang musik,
pintar dalam bidang menipu buruk dalam kejujuran, dan lain sebagainya.
“Siapa sih yang tidak ingin menjadi pintar ?”. “Apakah
kalian benar-benar ingin menjadi pintar ?”. Kalau saya sendiri sih tidak ingin
menjadi pintar. Saya pribadi ingin selalu menjadi seorang yang bodoh. Kok pingin jadi bodoh sih… eits tunggu
dulu, kalimat saya tersebut belum lengkap. Lebih lengkapnnya saya ingin selalu
menjadi orang bodoh yang membenci kebodohannya. “Bukankah kebencian itu suatu
hal yang buruk?”, ya memang kebencian merupakan suatu hal yang negatif dan
buruk. Namun kadang-kadang kita juga membutuhkan kebencian. Kebencian dan
kebodohan adalah hal yang negatif. Pada perkalian dan pembagian dalam ilmu
matematika apabila bilangan negatif bertemu dengan bilangan negatif maka
menghasilkan bilangan positif. Hal seperti itulah yang mungkin diterapkan dalam
kehidupan.
“Apakah kalian benar-benar ingin menjadi pintar ?”. Kalau
saya sih mending menjadi bodoh saja. “Apa sih tolok ukur untuk dikatakan pintar
bagi kalian?”. Rangking satu di dalam kelas?, menang lomba-lomba akademik?,
hafal berbagai hal yang sulit dihafal orang pada umumnya, paham rumus-rumus
matematika, atau apa?. Terus kalau kalian berhasil menjadi pintar sesuai yang
kalian inginkan, kalian akan kenapa?, akan bagaimana?, akan ngapain?. Apakah
kalian akan bangga?. Bahkan tidak
sedikit saya melihat orang-orang yang pintar akan sombong dengan kepintarannya.
Memang sih dengan menjadi pintar kita akan mudah untuk mendapatkan uang. Dengan
uang kita bisa mendapatkan apa saja. Namun saya tidak yakin uang bisa menjamin segalanya.
Maka dari itulah saya lebih memilih
untuk menjadi orang bodoh. Saya berpegangan dengan kata-kata yang tentunya
tidak asing bagi kita yaitu “diatas langit masih ada langit”. Jika kita
berhasil menjadi kepala desa maka diatasnya masih ada camat, bupati, gubernur,
presiden dan seterusnya.
Baiklah, kalau kalian masih ngebet banget pingin menjadi
pintar, sesua janji yang saya tuliskan diatas saya akan segera memberikan cara
untuk menjadi orang yang pintar. Sebenarnya caranya cukup simpel namun cara ini
sangat manjur. Mohon disimak baik-baik ya sob…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
“Kalau pengen jadi pintar ya belajarlah goblok”
Shokiba | Agustus 10, 2020
0 komentar:
Posting Komentar