Jumat, 07 Agustus 2020

Sekolah daring dari rumah ga enak ?, Ah ga usah munafik !

 


Hai sob ! Apa kabar !!, Semoga kita semua selalu sehat wal-afiat  dan tetap selalu berada dalam lindungan-Nya.

Ngomong-ngomong soal sehat, akhir-akhir ini mungkin sudah setengah tahun di 2020 ini kita dihadapkan dengan suatu hal yang sangat tidak bersahabat dengan kesehatan “katanya”, baik kesehatan raga maupun mental, hahaha. Yap, apalagi kalau bukan virus corona alias covid 19.

Semenjak diumumkannya pandemi ini oleh pemerintah beberapa bulan yang lalu banyak sekali perilaku masyarakat yang berubah. Lebih tepatnya secara paksa diubah oleh pemerintah demi menghentikan penyebaran virus yang berasal dari china ini. Kegiatan fisik masyarakat banyak yang dilakukan secara dalam jaringan(daring), online dah kalau ga ngerti daring wkwkw. Btw, saya baru ngerti apa itu kata daring semenjak adanya covid-19 loooh, terimakasih Virus Corona…, eh.

Jargon “Dirumah Aja!” pun banyak digaungkan banyak media penyiaran. Semua kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang dilakukan secara online. Jual beli online, bekerja online, pacaran online, ngaji online, belajar online, dan online-online yang lain masih banyak lagi lah pokoknya.

Cukup sering saya melihat bebrapa postingaaan facebook dan status whatsapp yang isinya curhat kapan pandemi ini berhenti. Memang sangat dapat dimaklumi apabila masyarakat curhat demikinan. Pasalnya selain banyak merenggut banyak nyawa orang, pandemi ini juga merenggut banyak sumber ekonomi masyarakat. Banyak sekali masyarakat yang terpaksa di usir dari pekerjaannya karena kebijakan pemerintah semenjak adanya pandemi ini.

 Tidak terkecuali dengan para pelajar atau mahasiswa. Mereka juga kerap membuat curhatan-curhatan tentang sekolah yang dilakukan secara daring di sosial media. Contohnya seperti berikut,

“Aahhh sekolah daring membunuhku, pengen sekolah normal lagi”

“Belajar dari rumah sangat membosankan, Kapan masuk kuliah lagi…”

“Ini bukan sekolah online, ini tugas online”

“Sekolah daring tugasnya ga ngotak”

“Paakkkk, Kuota internet kami habis”

“Gak ada sinyal mana bisa sekolah daring, kami ingin segera kuliah seperti biasa”

Saya yakin pasti kalian pernah melihat curhatan teman-teman kalian yang sejenis seperti diatas, atau malahan kalian sendiri yang pernah buat curhatan seperti diatas, hehe ayo ngaku.. Saya sendiri gak menyalahkan apabila kalian melakukan hal tersebut. Semua terserah anda, mana yang lebih masuk akal buat anda.

Namun apabila saya ditanya apa pendapat anda dengan yang curhatan-curhatan pelajar seperti diatas, maka saya jawab “ Leeebaaayyyy”. Lebay banget lah pokoknya, kenapa lebay?. ya lebay ajalah pokonya.

Menurut saya sekolah online atau daring itu sangat enak, menyenangkan, asyik, wow lah pokoknya. Ya walaupun tugas yang diberikan beberapa guru atau dosen memang memang banyak dan sedikit ga ngotak namun pendapat saya  mengenai sekolah online masih tidak berubah. Emang kenapa kalau kalau tugasnya banyak?, wong tugas juga tinggal coppas di google. “Tapi kan jaman ada turnitin”,, untung saya udah ngerti cara mengakali turnitin. “Caranya?”, Rahasia dong heheheee.

Di zaman internet yang apapun bisa dilakukan dengan bebas ini mending kita sebagai pelajar ga usah terlalu pusing mikirin tugas. Dibawa santai aja :voss. Buku-buku pdf ilegal yang dapat kita download secara gratis di internet juga dapat kita gunakan sebagai penunjang saat belajar online di saat pandemi ini. Apa lagi yang kurang?, dalam hidup kita harus pandai-pandai besyukur ya sob.

Dengan belajar online dari rumah kita dapat kesempatan menikmati proses pembelajaran yang tidak akan pernah bisa kita lakukan pada saat kita belajar dibawah atap gedung sekolah atau kampus. Kapan lagi kita bisa belajar di kelas sambil makan, main game, nonton film, nonton anime, nyanyi-nyanyi, mandi, tidur, berak, rebahan, dengerin musik pakai speaker aktif, main gitar, kalau bukan saat pandemi virus corona ini ya kaannn. Paket internet juga udah disubsidi sama kampus, eh yang ngasih subsidi kampus atau pemerintah sih, aku juga kurang paham. Apakah ada pelajar yang belum dapat paket internet secara gratis?, hihihi mampus kasian deh lu.

Sekarang kan juga lagi marak tuh aplikasi zoom yang digunakan saat proses pembelajaran online. Saat belajar dengan menggunakan aplikasi zoom pun kita juga bisa menghindari  presentasi yang seringkali dosen atau guru tiba-tiba nyebut nama kita untuk maju didepan kelas. Apalagi kita lagi males, lalu tiba-tiba nama kita disebut ketika pembelajaran berlangsung di aplikasi zoom hidupkan dan matikan internetnya, terus ngomong maaf pak/buk jaringan saya jelek. Terus gurunya biasanya akan nunjuk murid lain, hihihi. yakan yakan.  

Mungkin kalian semua menyangkal pendapat saya diatas dengan kalimat “Niat kuliah ga sih?”. Yaelah pelajar jaman sekarang ga usah naif-naif amat dah, daripada gila ya kan. Biasa-biasa aja deh. Lakukan segala hal dengan mudah. Lakukan yang kamu bisa, tinggalkan yang kamu ga bisa. Lakukan yang seharusnya kamu lakukan, tinggalkan yang tidak perlu kamu lakukan. Sykuri saja sisa-sisa umur kita Ngomong apa sih.

Mungkin selain pelajar-pelajar ang naif, curhatan saya ini juga dikecam oleh pelajar mahasiswa yang sekarang berada di daerah sulit sinyal internet. Saya mohon maaf apabila artikel saya menyinggung  para siswa yang bela-belain naik genteng dan mendaki gunung untuk mendapatkan sinyal internet. Kalau untuk hal tersebut sepatutnya kita harus menyalahkan pemerintah tentang ketidakrataan sinyal internet yang ada di negara kita ini.

Saya menulis artikel seperti ini juga  bukan berarti saya menyukai keaadan pandemi covid-19 ini. Saya sangat (mungkin tidak terlalu sangat sih) tidak menyukai pandemi ini. Saya sangat sedih melihat banyak korban tewas (walaupun cuma melihat di media). Saya juga respect kepada petugas medis yang berjuang begitu keras menangani korban covid-19 (tapi tolong ga usah alay, tau sendiri kan maksudnya). Kita sebagai masyarakat yuk bersama-sama berdoa kepada yang maha kuasa dan mengikuti protolkol-protokol untuk menjalani kehidupan di era new normal ini supaya pandemi ini cepat berlalu.

Edit

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar