
Hai sob ! Apa kabar !!, Semoga kita semua selalu sehat wal-afiat
dan tetap selalu berada dalam
lindungan-Nya.
Ngomong-ngomong soal sehat, akhir-akhir ini mungkin sudah
setengah tahun di 2020 ini kita dihadapkan dengan suatu hal yang sangat tidak
bersahabat dengan kesehatan “katanya”, baik kesehatan raga maupun mental,
hahaha. Yap, apalagi kalau bukan virus corona alias covid 19.
Semenjak diumumkannya pandemi ini oleh pemerintah beberapa
bulan yang lalu banyak sekali perilaku masyarakat yang berubah. Lebih tepatnya
secara paksa diubah oleh pemerintah demi menghentikan penyebaran virus yang
berasal dari china ini. Kegiatan fisik masyarakat banyak yang dilakukan secara
dalam jaringan(daring), online dah kalau ga ngerti daring wkwkw. Btw, saya baru
ngerti apa itu kata daring semenjak adanya covid-19 loooh, terimakasih Virus
Corona…, eh.
Jargon “Dirumah Aja!” pun banyak digaungkan banyak media
penyiaran. Semua kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang dilakukan
secara online. Jual beli online, bekerja online, pacaran online, ngaji online,
belajar online, dan online-online yang lain masih banyak lagi lah pokoknya.
Cukup sering saya melihat bebrapa postingaaan facebook dan
status whatsapp yang isinya curhat kapan pandemi ini berhenti. Memang sangat
dapat dimaklumi apabila masyarakat curhat demikinan. Pasalnya selain banyak
merenggut banyak nyawa orang, pandemi ini juga merenggut banyak sumber ekonomi
masyarakat. Banyak sekali masyarakat yang terpaksa di usir dari pekerjaannya
karena kebijakan pemerintah semenjak adanya pandemi ini.
Tidak terkecuali dengan
para pelajar atau mahasiswa. Mereka juga kerap membuat curhatan-curhatan
tentang sekolah yang dilakukan secara daring di sosial media. Contohnya seperti
berikut,
“Aahhh sekolah daring membunuhku, pengen sekolah normal lagi”
“Belajar dari rumah sangat membosankan, Kapan masuk kuliah
lagi…”
“Ini bukan sekolah online, ini tugas online”
“Sekolah daring tugasnya ga ngotak”
“Paakkkk, Kuota internet kami habis”
“Gak ada sinyal mana bisa sekolah daring, kami ingin segera
kuliah seperti biasa”
Saya yakin pasti kalian pernah melihat curhatan teman-teman
kalian yang sejenis seperti diatas, atau malahan kalian sendiri yang pernah
buat curhatan seperti diatas, hehe ayo ngaku.. Saya sendiri gak menyalahkan
apabila kalian melakukan hal tersebut. Semua terserah anda, mana yang lebih
masuk akal buat anda.
Namun apabila saya ditanya apa pendapat anda dengan yang
curhatan-curhatan pelajar seperti diatas, maka saya jawab “ Leeebaaayyyy”.
Lebay banget lah pokoknya, kenapa lebay?. ya lebay ajalah pokonya.
Menurut saya sekolah online atau daring itu sangat enak,
menyenangkan, asyik, wow lah pokoknya. Ya walaupun tugas yang diberikan
beberapa guru atau dosen memang memang banyak dan sedikit ga ngotak namun pendapat
saya mengenai sekolah online masih tidak
berubah. Emang kenapa kalau kalau tugasnya banyak?, wong tugas juga tinggal coppas
di google. “Tapi kan jaman ada turnitin”,, untung saya udah ngerti cara mengakali
turnitin. “Caranya?”, Rahasia dong heheheee.
Di zaman internet yang apapun bisa dilakukan dengan bebas
ini mending kita sebagai pelajar ga usah terlalu pusing mikirin tugas. Dibawa
santai aja :voss. Buku-buku pdf ilegal yang dapat kita download secara gratis
di internet juga dapat kita gunakan sebagai penunjang saat belajar online di
saat pandemi ini. Apa lagi yang kurang?, dalam hidup kita harus pandai-pandai
besyukur ya sob.
Dengan belajar online dari rumah kita dapat kesempatan
menikmati proses pembelajaran yang tidak akan pernah bisa kita lakukan pada
saat kita belajar dibawah atap gedung sekolah atau kampus. Kapan lagi kita bisa
belajar di kelas sambil makan, main game, nonton film, nonton anime,
nyanyi-nyanyi, mandi, tidur, berak, rebahan, dengerin musik pakai speaker
aktif, main gitar, kalau bukan saat pandemi virus corona ini ya kaannn. Paket
internet juga udah disubsidi sama kampus, eh yang ngasih subsidi kampus atau
pemerintah sih, aku juga kurang paham. Apakah ada pelajar yang belum dapat paket
internet secara gratis?, hihihi mampus kasian deh lu.
Sekarang kan juga lagi marak tuh aplikasi zoom yang digunakan
saat proses pembelajaran online. Saat belajar dengan menggunakan aplikasi zoom
pun kita juga bisa menghindari
presentasi yang seringkali dosen atau guru tiba-tiba nyebut nama kita
untuk maju didepan kelas. Apalagi kita lagi males, lalu tiba-tiba nama kita
disebut ketika pembelajaran berlangsung di aplikasi zoom hidupkan dan matikan
internetnya, terus ngomong maaf pak/buk jaringan saya jelek. Terus gurunya biasanya
akan nunjuk murid lain, hihihi. yakan yakan.
Mungkin kalian semua menyangkal pendapat saya diatas dengan
kalimat “Niat kuliah ga sih?”. Yaelah pelajar jaman sekarang ga usah naif-naif
amat dah, daripada gila ya kan. Biasa-biasa aja deh. Lakukan segala hal dengan
mudah. Lakukan yang kamu bisa, tinggalkan yang kamu ga bisa. Lakukan yang
seharusnya kamu lakukan, tinggalkan yang tidak perlu kamu lakukan. Sykuri saja
sisa-sisa umur kita Ngomong apa sih.
Mungkin selain pelajar-pelajar ang naif, curhatan saya ini
juga dikecam oleh pelajar mahasiswa yang sekarang berada di daerah sulit sinyal
internet. Saya mohon maaf apabila artikel saya menyinggung para siswa yang bela-belain naik genteng dan
mendaki gunung untuk mendapatkan sinyal internet. Kalau untuk hal tersebut
sepatutnya kita harus menyalahkan pemerintah tentang ketidakrataan sinyal
internet yang ada di negara kita ini.
Saya menulis artikel seperti ini juga bukan berarti saya menyukai keaadan pandemi
covid-19 ini. Saya sangat (mungkin tidak terlalu sangat sih) tidak menyukai
pandemi ini. Saya sangat sedih melihat banyak korban tewas (walaupun cuma
melihat di media). Saya juga respect kepada petugas medis yang berjuang begitu keras
menangani korban covid-19 (tapi tolong ga usah alay, tau sendiri kan maksudnya).
Kita sebagai masyarakat yuk bersama-sama berdoa kepada yang maha kuasa dan
mengikuti protolkol-protokol untuk menjalani kehidupan di era new normal ini
supaya pandemi ini cepat berlalu.
Shokiba | Agustus 07, 2020
0 komentar:
Posting Komentar